Penilaian Kebijakan Privasi terhadap Google Berdasarkan Terms of Service; Didn’t Read (TOSDR)
Last updated
Penilaian Kebijakan Privasi terhadap Google Berdasarkan Terms of Service; Didn’t Read (TOSDR)
Last updated
Google, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, mengumpulkan data dalam jumlah besar dari penggunanya melalui berbagai layanan yang mereka tawarkan, seperti pencarian web, Gmail, YouTube, Google Maps, dan banyak lagi. Namun, berdasarkan penilaian dari Terms of Service; Didn’t Read (TOSDR), kebijakan privasi Google mendapatkan peringkat E, yang menandakan adanya kekhawatiran yang sangat serius terkait perlindungan data dan privasi pengguna.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa Google mendapat peringkat yang buruk dalam penilaian privasi ini:
1. Pengumpulan Data Meski Tidak Berinteraksi
Google menyimpan data tentang pengguna meskipun mereka tidak berinteraksi langsung dengan layanan Google. Ini berarti aktivitas seperti hanya memiliki akun Google atau menggunakan perangkat Android dapat mengumpulkan informasi, bahkan jika pengguna tidak sedang aktif menggunakan layanan tersebut. Kebijakan ini memungkinkan Google untuk terus melacak kebiasaan pengguna di luar aplikasi dan situs mereka【7†source】.
2. Penggunaan Identitas dalam Iklan
Google menggunakan identitas pengguna untuk menargetkan iklan yang lebih relevan, tetapi yang lebih mengkhawatirkan, identitas Anda dapat digunakan dalam iklan yang ditampilkan kepada pengguna lain. Artinya, data pribadi Anda, termasuk aktivitas pencarian dan riwayat interaksi, dapat dipakai untuk memperkenalkan Anda dalam konteks yang lebih luas, seperti melalui iklan yang disebarkan ke pengguna lain【8†source】.
3. Akses ke Email Pribadi
Google memiliki akses untuk membaca dan menganalisis email pribadi pengguna di Gmail. Meskipun ini dilakukan untuk meningkatkan layanan seperti pencarian di email atau pengenalan konten, ini menimbulkan masalah privasi yang serius, karena informasi pribadi dan profesional pengguna dapat diakses dan diproses untuk tujuan komersial【9†source】.
4. Pelacakan Riwayat Browser
Google juga dapat mengakses riwayat browser pengguna melalui layanan seperti Google Chrome dan alat pelacakan lainnya, yang mengumpulkan data tentang situs web yang dikunjungi, perilaku browsing, serta waktu yang dihabiskan pada halaman tertentu. Hal ini memungkinkan Google untuk memahami kebiasaan online pengguna secara mendalam【8†source】.
5. Konten yang Dihapus Tetap Disimpan
Salah satu masalah besar dengan kebijakan privasi Google adalah bahwa meskipun pengguna dapat menghapus konten mereka, data yang telah dihapus dapat tetap disimpan oleh Google. Ini berarti informasi yang seharusnya sudah tidak ada lagi bisa tetap ada dalam sistem mereka untuk tujuan bisnis atau kepatuhan hukum【9†source】.
6. Izin Aplikasi yang Luas
Banyak aplikasi yang diperlukan untuk menjalankan layanan Google meminta izin perangkat yang luas, termasuk akses ke kamera, mikrofon, lokasi, dan data lainnya yang mungkin tidak langsung terkait dengan fungsi aplikasi tersebut. Hal ini memberi Google potensi untuk mengumpulkan informasi lebih banyak dari perangkat pengguna daripada yang sebenarnya diperlukan【8†source】.
7. Pengumpulan dan Pembagian Data Lokasi
Google mengumpulkan, menggunakan, dan membagikan data lokasi pengguna, bahkan ketika aplikasi tertentu tidak digunakan secara aktif. Pengumpulan lokasi ini sering kali dilakukan melalui GPS pada perangkat Android atau aplikasi lainnya yang terhubung ke layanan Google, dan data tersebut dapat dibagikan dengan pihak ketiga untuk berbagai tujuan, termasuk periklanan【7†source】.
8. Pembagian Data dengan Pihak Ketiga
Google dapat membagikan informasi pribadi pengguna dengan pihak ketiga, yang sering kali melibatkan pengiklan atau perusahaan mitra lainnya. Data yang dibagikan ini bisa mencakup riwayat pencarian, aktivitas di berbagai platform, dan data lokasi, yang berpotensi mengurangi kontrol pengguna atas informasi pribadi mereka【8†source】.
9. Penyimpanan Data Setelah Permintaan Penghapusan
Meski pengguna dapat meminta untuk menghapus data mereka, Google tetap dapat menyimpan data pribadi setelah permintaan penghapusan. Ini dilakukan untuk tujuan bisnis atau kepatuhan hukum, yang berarti bahwa data yang seharusnya tidak lagi diakses tetap ada dalam sistem mereka selama periode yang tidak ditentukan【7†source】【9†source】.
Penilaian TOSDR terhadap kebijakan privasi Google dengan peringkat E menyoroti berbagai kekhawatiran terkait pengumpulan dan penggunaan data pribadi tanpa kontrol yang memadai bagi pengguna. Pengguna yang mengandalkan layanan Google perlu menyadari bahwa data mereka tidak hanya dikumpulkan secara terus-menerus tetapi juga dapat dibagikan dan digunakan untuk tujuan komersial, yang menimbulkan risiko privasi yang signifikan. Sebagai langkah lebih lanjut, pengguna disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola pengaturan privasi dan memahami implikasi dari setiap kebijakan yang ditawarkan oleh Google.